Bahasa Cinta Dari yang Tersayang


Sebagai anak rantau, rindu akan makanan-makanan yang hanya bisa ditemukan di kampung halaman agaknya merupakan hal yang wajar. Mungkin saja, makanan-makanan tersebut dapat dijumpai di tanah rantau. Namun, masalah lain pun muncul ketika makanan tersebut dirasa tidak se-otentik yang dijumpai di kampung halaman. Keotentikan dari makanan-makanan tersebut terkadang berasal dari Si pembuatnya. Makanan yang dibuat oleh seseorang yang dengan tulus dan penuh kasih akan terasa lebih nikmat.

Untuk mengobati rasa rindunya, anak rantau sering dikirimkan makanan-makanan tersebut oleh keluarganya. Ada makna lain dari makanan-makanan tersebut, walaupun itu mungkin hanya sekedar sambal, kue, atau makanan tradisional. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya mendapati bahwa keluarga saya sering menyisihkan makanan-makanan tertentu khusus untuk dikirimkan pada saya. Keluarga di kampung yang selalu ingat akan seorang anggota keluarga yang berada jauh dirantauan menunjukan bahwa cinta tak selamanya diucapkan. 

Jika bahasa cinta itu adalah word of affirmation, physical touch, quality time, receiving gift, dan act of service, maka act of sercive yang paling bisa menggambarkan bagaimana cinta dari keluarga untuk Si anak rantau. Keluarga mungkin tidak bisa mengatakan bagaimana cintanya atau menghabiskan waktu bersama kita, namun bahasa cinta dari keluarga sangat besar dan akan menjadi sempit jika hanya diartikan demikian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dreams Come True, Izzah's Version

Mengenal Struktur Kepribadian Lewat Anime Naruto